Ambalan Jenderal Sudirman dan Dewi Sartika Gudep 771-772 Gelar Kegiatan Pengisian SKU Bantara

Merangin, 23 Mei 2025 – Gerakan Pramuka Gugus Depan 771-772 SMAN 12 Merangin kembali menunjukkan eksistensinya dalam membentuk karakter peserta didik melalui kegiatan kepramukaan yang bermakna dan terstruktur. Pada hari Jumat, 23 Mei 2025, Ambalan Jenderal Sudirman dan Dewi Sartika mengadakan kegiatan Pengisian SKU (Syarat Kecakapan Umum) Tingkat Bantara yang diikuti oleh seluruh siswa kelas X. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 13.10 hingga 15.00 WIB di lingkungan sekolah dengan jumlah peserta sebanyak 184 siswa.

Kegiatan ini bertujuan untuk membekali peserta didik dengan pengetahuan dasar kepramukaan, meningkatkan keterampilan hidup, serta menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat gotong royong. Pengisian SKU merupakan tahapan penting dalam pembinaan Pramuka Penegak, khususnya untuk mencapai tingkatan Bantara, yang menjadi dasar untuk melanjutkan ke jenjang Laksana.

Kepala SMAN 12 Merangin, Bapak WIJI, S.Pd, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas semangat kepramukaan yang terus tumbuh di lingkungan sekolah. Beliau menekankan bahwa kegiatan seperti ini merupakan bagian dari pendidikan karakter yang sangat diperlukan di era modern saat ini.

“Pramuka bukan hanya tentang baris-berbaris atau kegiatan luar ruang, tetapi lebih dari itu, Pramuka adalah wadah untuk membentuk pribadi yang tangguh, mandiri, dan berintegritas. Saya bangga kepada seluruh peserta didik kelas X yang antusias mengikuti kegiatan hari ini,” ujar Bapak WIJI dalam sambutannya.

Kegiatan ini dipandu oleh tim pembina Pramuka SMAN 12 Merangin, yaitu Bapak Dwi Handoko, S.Pd, Ibu Srinatun, S.Pd, Ibu Fifit Juwarningsih, S.Pd, dan Bapak Dugel, S.Pd, serta didampingi langsung oleh Pembina Gugus Depan, Bapak Himam Nur Wahidin, S.Pd. Para pembina telah menyiapkan materi dan metode kegiatan secara sistematis dan menyenangkan agar peserta dapat memahami serta menguasai materi yang disyaratkan dalam SKU Bantara.

Adapun beberapa poin penting dalam kegiatan pengisian SKU ini antara lain:

  • Pengenalan dan pemahaman tentang Dasa Dharma dan Trisatya Pramuka.
  • Teknik dasar kepramukaan seperti tali-temali, sandi, dan morse.
  • Pengetahuan tentang pertolongan pertama dan kesehatan diri.
  • Kegiatan orientasi lapangan dan navigasi darat sederhana.
  • Pemahaman tentang sejarah kepramukaan nasional dan dunia.
  • Praktik kepemimpinan, kerjasama tim, dan komunikasi efektif.

Setiap peserta dibagi ke dalam kelompok kecil dan mengikuti pos-pos kegiatan yang telah disiapkan di berbagai titik di area sekolah. Para pembina memberikan penilaian secara langsung berdasarkan penguasaan materi dan keterampilan yang ditampilkan oleh para peserta.

Menurut Bapak Dwi Handoko, kegiatan ini merupakan bagian dari proses penjenjangan yang harus dilalui oleh setiap Pramuka Penegak. Ia menambahkan bahwa proses ini tidak hanya sekadar pengisian data, tetapi merupakan bentuk pembelajaran aktif yang menitikberatkan pada praktik lapangan dan evaluasi langsung.

“Kami ingin peserta benar-benar memahami dan menguasai setiap aspek dari SKU Bantara. Maka, pendekatan yang kami gunakan lebih bersifat partisipatif, interaktif, dan berbasis pengalaman langsung,” ujar Bapak Dwi Handoko.

Para peserta tampak antusias dan bersemangat selama kegiatan berlangsung. Salah satu peserta, Safitri, siswi kelas X E2, mengaku senang karena kegiatan ini berbeda dari rutinitas belajar sehari-hari.

“Seru sekali! Kami belajar sambil bermain. Ternyata banyak hal menarik di Pramuka yang bisa berguna juga di kehidupan sehari-hari,” ungkap Safitri.

Kegiatan ditutup dengan refleksi dan evaluasi singkat yang dipimpin oleh Pembina Gudep, Bapak Himam Nur Wahidin, S.Pd. Dalam pesannya, beliau berharap agar semangat kepramukaan ini tidak hanya berhenti pada kegiatan hari itu saja, tetapi menjadi bekal sepanjang masa bagi seluruh peserta didik.

“Kita semua adalah bagian dari gerakan yang besar, dan melalui Pramuka, kalian ditempa untuk menjadi generasi penerus bangsa yang cerdas, tangguh, dan berbudi pekerti luhur,” tutup beliau.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, SMAN 12 Merangin kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung program pendidikan karakter melalui Gerakan Pramuka. Ke depan, pihak sekolah dan gugus depan berencana untuk mengadakan kegiatan lanjutan berupa pelatihan Laksana dan perkemahan pelantikan, sebagai bentuk kesinambungan dalam pembinaan Pramuka Penegak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *